Implementasi Smart Garden dengan Pemantauan Suhu dan Kelembaban, Deteksi Gas Berbahaya, dan Penyiraman Otomatis Menggunakan Sensor MQ135, DHT11, dan FC-28
DOI:
https://doi.org/10.23960/jaisi.v1i1.17Keywords:
DHT11, FC-28, IoT, MQ135, smart gardenAbstract
Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem smart garden yang mampu memantau suhu, kelembaban udara, mendeteksi gas berbahaya, serta mengatur penyiraman otomatis tanaman. Sistem dirancang menggunakan sensor DHT11 untuk memantau suhu dan kelembaban udara, sensor MQ135 untuk mendeteksi gas berbahaya, sensor kelembaban tanah FC-28 untuk menentukan kebutuhan penyiraman, dan mengaktifkan aktuator sesuai kebutuhan. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler yang diprogram untuk merespons data sensor secara otomatis dan menggunakan aplikasi Blynk sebagai media visualisasi dan kontrol melalui smartphone. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan solusi pertanian cerdas yang efisien dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan perancangan perangkat keras, pemrograman mikrokontroler, dan pengujian prototipe secara langsung. Hasil menunjukkan bahwa prototipe mampu mendeteksi suhu dan kelembaban udara secara waktu nyata, menyiram tanaman secara otomatis saat tanah kering, serta memberikan notifikasi bahaya saat gas berbahaya terdeteksi. Dengan adanya sistem ini, diharapkan pengguna dapat mengelola kebun secara lebih praktis, efisien, dan aman.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Advanced Informatics and Sustainable Intelligent Systems

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.